Jambret Ini Diciduk Tim Jatanras Polda Bangka Belitung Saat Mancing Disungai

admin

Pangkalpinang | MMCNews.id  – Seorang residivis kambuhan, NS alias Keling (26), kembali dibekuk polisi ketika sedang asyik memancing ikan di sungai.

Keling diduga pelaku penjambretan terhadap seorang wanita, di Jalan Fatmawati Kampak, Kelurahan Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Benar, pelaku diciduk saat sedang memancing di tepi Sungai Rangkui, di Jalan Kakap 2 Kelurahan Ampui Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang,” kata Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol A Maladi, Rabu (08/09/2021).

Dikatakannya, tersangka yang pernah mendekam di penjara pada 2019 dan 2020 itu ditangkap Tim Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Bangka Belitung, Selasa (07/09/2021), atas dugaan menjambret tas seorang wanita.

Penangkapan berawal dari keterangan korban. Tim kemudian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka pelaku. Pada Selasa (07/09/2021) sekira pukul 16.00 Wib, diperoleh informasi bahwa pelaku sedang memancing di tepian sungai Kelurahan Ampui. Petugas berhasil mengamankan Keling.

“Dari hasil penyelidikan, (diketahui) benar bahwa Keling ini yang menguasai atau memiliki satu unit handphone merk Samsung Galaxy A01 warna biru, yang diduga merupakan barang hasil kejahatan,” terang Maladi.

Menurutnya, pelaku mengakui telah melakukan tindak kejahatan penjambretan, dengan cara memepet korban yang sedang mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian menarik tas korban hingga talinya putus, dan melarikan diri.

“Keterangan pelaku bahwa tas tersebut berisi uang tunai Rp 300 ribu dan sudah habis digunakan untuk membeli chip domino. Terdapat juga satu unit handphone dipakainya sendiri untuk bermain game dan menelpon,” tambahnya.

Pelaku diketahui melakukan sejumlah aksi jambret di beberapa lokasi, yakni di kawasan belakang Mitro Jalan Natuna Gabek, Jalan Balai Taman Sari, Jalan Bukit Merapin, dan Simpang Jalan Koba Pangkalpinang.

Pelaku berikut barang bukti diamankan ke Mapolda Bangka Belitung guna proses penyidikan lebih lanjut. (Sarjono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *