Diduga Main Curang , Hasil Test Perades Desa Jegrek Disoal Warga

admin

Lamongan | MMCNews.Id ,- Berbagai persoalan dan carut marut selalu muncul menyertai bila mana ada perhelatan kontestasi tes ujian perades yang digelar disetiap masing-masing desa maupun ditingkat kecamatan yang digelar secara kolektif / serempak ,menjelang test maupun usai pelaksanaanya.

Ketidak puasan atas pelaksanaan dan dari hasil nilai mencolok yang tidak masuk di akal menjadi salah satu pemicu adanya konflik yang ditengarai adanya dugaan indikasi permainan curang maupun transaksional yang dilakukan para oknum TPPD maupun pemangku kebijakan.

Hal itu nampak terlihat dari usainya pelaksanaan tes perades yang dilaksanakan oleh Desa Jegrek Kecamatan Modo Lamongan. Banyak isu beredar tentang adanya oknum TPPD yang memanfaatkan momentum tes ujian yang di gelar di balai Desa Jegrek tanpa dari pihak ketiga. Dan ada juga isu yang beredar diduga Kades juga menerima sejumlah uang dari para calon melalui orang suruhan.

Seperti kita ketahui sebelum acara pelaksanaan lazim dilakukan , panitia mengacu pada perda perbup sebagai rujukan untuk membuat tatib tentang tahapan dan pelaksanaan tes perades tersebut.

Mulai membuat soal yang dibuat panitia jauh dari desa Jegrek , tepatnya di kabupaten Malang. Sampai tahapan pelaksanaanya secara manual yang diikuti 14 peserta dan 300 soal dan 6 jam sesuai yang diberikan oleh panitia. Namun dari kesemua rangkaian , hasil test yang lolos baru diumumkan sekira pukul 18:00 wib

Dari situlah ditengarai adanya kejanggalan dan kecurangan yang diduga dilakukan oknum TPPD untuk kepentingan dan keuntungan pribadi.

6 orang peserta yang menjadi korban kepentingan saat ditemui awak media MMCNews.Id menceritakan ,bahwa kami mendapat bocoran jawaban dari oknum TPPD berinisial N dengan cara disuruh menulis sendiri lalu oknum tersebut membacakan jawaban yang nantinya jadi jawaban soal yang diujikan.

“Orange yang mendikte , aku disuruh menulis sendiri,”kata S.Sabtu (18/09/2021).

Lanjutnya , dia juga sudah menyerahkan sejumlah uang untuk hal itu , melalui orang yang diduga disuruh Kades.

Namun , dari kesepakatan yang sudah terjadi , hasilnya tidak sesuai apa yang dijanjikan oknum kades tersebut.

Hal serupa juga disampaikan oleh 5 peserta lainya , bahwa mereka juga mendapat bocoran jawaban diduga dari oknum TPPD dengan cara yang sama (di dikte).

Disisi lain , terkait sengkarutnya ujian test perades yang dilakukan di balai desa pada tanggal 16/09/2021 banyak menyisakan pertanyaan mulai dari beredarnya lembar jawaban yang diberikan oleh oknum TPPD dan juga pelaksanaan yang memakan waktu seharian. Bahkan pengumuman hasil test ujian perades di Desa Jegrek siapa yang lulus sampai habis mahgrib.

Padahal secara logika , peserta hanya 14 , dari dua formasi yang diperebutkan. TPPD menyiapkan soal 300 terbagi menjadi 6 sesi dan setiap sesi ada 50 materi yang diberikan 1 jam untuk mengerjakannya.

Dari sumber yang terpercaya , baru kali ini pengumuman pelaksanaan yang peserta hanya 14 orang sampai mahgrib. Padahal kalau dilihat dari kontes yang sama diikuti ratusan orang peserta hanya butuh waktu 8 jam dan semua selesai.

Bahkan dia menyebutkan pernah mengetahui dua kali oknum tersebut ketemuan dengan pihak calon yang jadi.

“Dua kali oknum itu ktemuan sama kluarga yang jadi , saya punya bukti dan tempatnya.”jelas D.

Padahal kita mengetahui secara etika maupun aturan setiap panitia dilarang berkomunikasi dengan pihak calon apapun alasanya.

“Bukan hanya itu , Bahkan si oknum bertamu dan membawa oleh” kerumah calon.”jelasnya geram.

Dari informasi yang beredar diduga Kades punya calon sendiri dan TPPD punya calon sendiri

Sementara itu , Kades Jegrek dan TPPD Nurhasim saat dimintai klarifikasi terkait hal itu melalui sambungan seluler WhatsApp nya. Keduanya tidak menjawab meskipun terlihat centang biru yang menunjukkan sudah dibaca.

Sekedar diketahui , ujian parades di Desa Jegrek di ikuti 14 peserta diberikan 300 soal yang dibuat tim panitia desa sendiri dengan dua formasi yang diperebutkan yaitu Kasun Balong dan Kaur Keuangan.(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *