BANYUWANGI ||TRANSBOJONEGORO – 27 Juli 2026 — Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus mendorong kontribusi perempuan dalam menghadirkan dampak sosial berkelanjutan. Melalui program Srikandi Movement 2026 yang bersinergi dengan PLN Peduli, Srikandi PLN UIP JBTB secara resmi memberikan edukasi siaga kebencanaan sekaligus menetapkan pembentukan Komunitas Perempuan Tangguh Bencana di Kampung Aren Simacan, Dusun Bedengan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (23/7).
Kegiatan strategis ini dirancang untuk memberikan pemahaman serta membekali kelompok perempuan setempat dengan kapasitas khusus agar mampu menjadi garda terdepan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana alam. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat Kampung Aren Simacan berada di kawasan dengan kondisi topografi perbukitan yang memiliki tingkat kelerengan tajam, sehingga berada pada titik rawan bencana tanah longsor dan banjir bandang.
Dalam aksi nyata perlindungan lingkungan, Srikandi PLN UIP JBTB menyerahkan bantuan bibit tanaman guna memperkuat struktur tanah sebagai langkah vegetatif dalam mencegah risiko tanah longsor. Kegiatan ini dibekali dengan sosialisasi dan edukasi kebencanaan secara langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Kab. Banyuwangi, Jatmiko Triwuliyanto, serta mendapat pembekalan teknis dari KPH Banyuwangi Barat terkait penanaman pohon untuk penguatan struktur tanah.
Srikandi Champion PLN UIP JBTB, Ari Agustin W, menyampaikan bahwa program ini berfokus pada pemberdayaan kapasitas kelompok perempuan agar menjadi figur yang tangguh dan peka terhadap potensi risiko di lingkungannya.
“Program Srikandi Movement ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya perempuan di Desa Kluncing agar lebih siap menghadapi potensi bencana alam. Tujuannya membuat masyarakat lebih tangguh terhadap bencana melalui edukasi dan pelatihan serta menyediakan sarana pendukung kesiapsiagaan,” papar Ari Agustin W.
Dukungan penuh atas komitmen pemberdayaan perempuan dalam kebencanaan ini ditegaskan pula oleh General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, yang mengapresiasi tinggi konsistensi gerakan Srikandi Movement dalam menciptakan kemandirian masyarakat sekitar.
“Kegiatan Srikandi Movement merupakan program yang sangat luar biasa, dengan memberdayakan perempuan sebagai kader siaga bencana akan membuat masyarakat lebih peduli dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam. PLN berkomitmen tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi negeri, tetapi juga ikut andil memicu kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan,” tegas Hendro Prasetyawan.
Sementara itu, Kabid PK BPBD Kabupaten Banyuwangi, Jatmiko Triwuliyanto, menjelaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan dan pemahaman kewilayahan bagi warga Dusun Bedengan mengingat kerentanan geografis yang dimiliki kawasan tersebut.
“Desa Kluncing memiliki potensi banjir bandang dan tanah longsor dikarenakan tingkat lerengnya cukup tajam, jadi pembekalan tentang kewaspadaan akan bencana alam sangat penting untuk masyarakat, sehingga masyarakat lebih peka akan titik-titik yang rawan bencana di Desa Kluncing, Dusun Bedengan,” ungkap Jatmiko Triwuliyanto.
Melalui penetapan Komunitas Perempuan Tangguh Bencana ini, PLN UIP JBTB bersama BPBD Banyuwangi, KPH Banyuwangi Barat, dan perangkat desa setempat berharap kelompok perempuan Kampung Aren Simacan tidak hanya siap melindungi keluarga saat kedaruratan, namun juga mampu menjadi penggerak kesadaran lingkungan yang menjaga kelestarian alam Kampung Simacan secara berkelanjutan. (@dex)














