Ngawi – Bisnis galian C memang sangat menjanjikan, pasalnya banyak yang membutuhkan matrial dari hasil tambang tersebut.
Hampir semua proyek baik yang bersumber dari APBN, APBD, bahkan proyek dari APBDes pun membutuhkan matrial hasil galian C.
Sebagai misal adalah hasil tambang berupa pasir, padel, maupun tanah urug, tak jarang proyek proyek pemerintah maupun swasta yang menggunakan jenis matrial tersebut.
Sehingga karena terlalu banyaknya jumlah matrial yang dibutuhkan, maka tak heran jika tidak sedikit orang yang berbondong bondong membuka tambang galian C.
Tak banyak lokasi galian C yang memiliki perijinan resmi, namun juga tak sedikit yang ilegal tanpa ijin.
Disamping itu, terkait asal usul dan legalitas bahan bakar yang digunakan untuk operasional alat berat diduga masih tanda tanya, apakah dari BBM bersubsidi atau bukan?.
Sebagaimana adanya usaha pertambangan atau galian C yang berada di Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Ngawi, Jawa Timur, terkait legalitas atau perijinannya perlu dipertanyakan dan patut disoroti.
Juga terkait asal usul dan legalitas bahan bakar yang digunakan untuk alat berat diduga masih jadi tanda tanya, apakah menggunakan BBM bersubsidi atau nonsubsidi ?. Mohon agar pihak pihak terkait yang berwenang segera menindaklanjuti !.
Tak hanya terkait permasalahan (legalitas) perijinan resmi dan asal usul bahan bakar untuk alat beratnya saja, namun yang tak kalah penting adalah terkait keluhan sebagian warga sekitar yang merasa hawatir akan dampak adanya aktifitas pertambangan tersebut.
Sebut saja Mbah Din, salah seorang warga sekitar lokasi, mengeluhkan terkait adanya tambang yang digali menggunakan alat berat di dekat rumahnya, dirinya menghawatirkan jika terjadi longsor maka rumahnya pasti akan turut terjun hancur ke dasar jurang bekas galian yang begitu dalam, diprediksi kira kira sedalam 50 meter.
“Yang saya keluhkan adalah kenapa pihak pengelola tambang ini kog tidak mempedulikan lingkungan sekitar. Lha kalau terjadi longsor maka siapa yang akan bertanggung jawab atas keselamatan nyawa keluarga dan rumah kami nantinya?,” keluh kakek tua tersebut.
Menegaskan juga, yaitu salah seorang warga yang enggan identitasnya disebut, dia menyampaikan bahwa posisi rumahnya Mbah Din sangat menghawatirkan jika sewaktu waktu terjadi longsor, pasalnya lokasi sekitar rumah yang telah digali tersebut kian lama kian menghawatirkan dan peluang terjadi longsor pun sangat besar, lantaran digali oleh segelintir orang yang tidak memikirkan keselamatan lingkungan sekitarnya.
“Sebagian warga disini merasa cemas dan takut jika sewaktu waktu lokasi tempat tinggal mereka tiba tiba longsor, kenapa pihak pengelola tambang tidak membuatkan talut atau tanggul agar tidak longsor,” ucapnya.
“Bahkan sebagai upaya demi menyelamatkan keluarganya agar tidak terjatuh atau tergelincir terjun kebawah lokasi galian, maka Mbah Din dan warga lingkungan sekitar membuat pagar kayu seadanya, sungguh sangat miris melihatnya,” ungkapnya.
Salah seorang Tim Infestigasi dari Lembaga Formasta, Lamin, menyampaikan bahwa hal tersebut sangat membahayakan nyawa warga yang tinggal di sekitar lingkungan tersebut.
“Ini sangat membahayakan keselamatan nyawa warga yang tinggal di dekat lokasi galian C, dan pihak pihak yang berwenang dan memiliki kekuasaan harus segera menindak lanjuti permasalahan ini,” tutur Lamin, pada Minggu (11/5/2025).
Warga setempat selalu berharap kepada pihak pihak yang berwenang agar secepatnya membantu memberikan keadilan demi keselamatan nyawa mereka dan keluarga.
Berita Terkait
Momentum Hari Lahir Pancasila, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx guna Dukung Industri Data Center Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) untuk kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat. CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan yang optimal dalam mendukung operasional infrastruktur pusat data yang identik dengan komputasi berperforma tinggi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (19/5). Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur PLN memberikan kepastian bagi BDx dalam menjalankan pengembangan kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal. Menurutnya, kebutuhan energi sektor data center, khususnya yang berbasis AI, akan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital nasional. “Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi. Penyaluran daya untuk site CGK4 direncanakan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, yakni Tahap I sebesar 2 x 150 MVA, Tahap II meningkat menjadi 2 x 265 MVA, hingga mencapai kapasitas akhir Tahap III sebesar 2 x 380 MVA. Untuk mendukung keandalan pasokan, PLN juga membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru. Yang akan memasok listrik ke kawasan data center BDx. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi. Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa sinergi antara PLN dan BDx Indonesia merupakan kemitraan jangka panjang yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya Site CGK4, dalam kesepakatan ini PLN juga telah dipercaya mengamankan pasokan daya untuk fasilitas utama BDx Indonesia lainnya, yakni Site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta Site CGK5 di kawasan industri Suryacipta. “Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi. (@DEX)
Post Views: 657