Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab menggelar Gerakan Suka Menanam di Lapangan Desa Pacing

admin
IMG 20260731 WA0047

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mengintensifkan langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengantisipasi ancaman kekeringan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab menggelar Gerakan Suka Menanam di Lapangan Desa Pacing, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (30/7/2026).

 

Kegiatan penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan diikuti sekitar 300 peserta.

 

Hadir pula Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah beserta jajaran, Anggota Komisi D DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto, Forkopimcam Sukosewu, Pemerintah Desa Pacing, para guru dan siswa SD, hingga anggota Pramuka Saka Kalpataru.

 

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa menanam pohon adalah investasi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan sumber air dan memperbaiki kualitas lingkungan.

 

Mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, jumlah desa yang mengalami kekeringan memang menurun dari 92 desa menjadi 72 desa.

 

Namun demikian, kondisi sumber mata air di sejumlah wilayah masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

 

“Dari 72 desa tersebut, rata-rata sumber mata airnya mulai tidak ada. Jika sumber air dikelola dengan baik dan kawasan ditanami pohon, potensi keberlanjutan air akan jauh lebih terjaga. Karena itu gerakan menanam pohon menjadi sangat penting,” ujar Nurul Azizah.

 

Selain memperkuat ketahanan air, Pemkab Bojonegoro juga terus mengejar target pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik sebesar 20 persen sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup.

 

Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas kawasan hijau melalui gerakan penanaman pohon di berbagai desa.

 

Wakil Bupati juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor pelestarian lingkungan.

 

Kehadiran para siswa SD dan anggota Pramuka Saka Kalpataru dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sejak dini agar tumbuh kesadaran menjaga alam.

 

Menurutnya, kebiasaan menanam pohon sejak usia muda akan membentuk karakter generasi yang peduli lingkungan dan mampu menjaga kelestarian sumber daya alam di masa depan.

 

Tak hanya itu, Nurul Azizah juga mendorong Desa Pacing menjadi desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan.

 

Ia memperkenalkan gagasan SDSB (Satu Desa Satu Bank Sampah) sebagai langkah strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih produktif.

 

“Semoga sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, tetapi dapat menjadi berkah apabila dikelola dengan baik,” ungkapnya.

 

Dalam gerakan tersebut, DLH Bojonegoro menanam berbagai jenis pohon yang memiliki fungsi konservasi air dan penghijauan, di antaranya pule, trembesi, ketepeng dan mahoni.

 

Keempat jenis pohon tersebut dipilih karena memiliki kemampuan menyerap karbon, memperkuat struktur tanah, menjaga cadangan air, sekaligus memberikan keteduhan bagi lingkungan sekitar.

 

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, pemerintah desa, dunia pendidikan dan masyarakat, Gerakan Suka Menanam diharapkan menjadi langkah nyata menciptakan Bojonegoro yang lebih hijau, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta mampu mengurangi risiko kekeringan di masa mendatang. (Prokopim)