BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa melalui peluncuran program Desa Sehat JKN dan peresmian operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama jajaran Forkopimda, BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit, Forkopimcam, kepala desa hingga mitra perbankan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Wahyu Giyanto menekankan pentingnya upaya pencegahan penyakit sejak dini, khususnya bagi generasi muda.
Ia menyebut pemerintah kini menghadirkan kemudahan pembayaran iuran JKN melalui koperasi desa sekaligus menerapkan sistem antrean online di fasilitas kesehatan.
Menurutnya, sistem tersebut akan memangkas antrean administrasi dan mempercepat proses pelayanan pasien di rumah sakit.
“Kami ingin pelayanan lebih cepat dan tertata. Dengan antrean online, verifikasi data pasien bisa langsung terintegrasi dengan BPJS Kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam agenda tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah rumah sakit serta layanan kesehatan swasta di Bojonegoro guna mendukung program KDKMP menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Dandim Bojonegoro Letkol Inf. Dedy Dwi Wijayanto menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan sekadar pusat perbelanjaan sembako murah, tetapi juga menjadi wadah penguatan ekonomi masyarakat desa.
Dia menyebut koperasi tersebut menyediakan berbagai layanan mulai dari simpan pinjam hingga klinik kesehatan tingkat awal yang dapat dimanfaatkan warga secara langsung.
“Koperasi ini benar-benar hadir untuk masyarakat. Selain menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, koperasi juga mendukung layanan kesehatan dan penguatan ekonomi warga desa,” jelasnya.
Menariknya, sebanyak 77 persen keuntungan usaha KDKMP nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk voucher belanja.
Pemerintah juga menargetkan sebanyak 85 desa di Kabupaten Bojonegoro mulai mengoperasikan KDKMP pada 16 Mei 2026.
Selanjutnya, seluruh koperasi di 396 desa ditargetkan sudah beroperasi penuh pada 17 Agustus 2026.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan keberadaan KDKMP harus segera dimanfaatkan masyarakat sebagai motor penggerak ekonomi desa sekaligus penunjang layanan kesehatan warga.
“Ini adalah upaya bersama untuk membangun kekuatan ekonomi dari desa dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga melalui fasilitas yang tersedia di KDKMP,” pungkasnya. (Prokopim)














