BOJONEGORO – Siang selepas Sholat Dhuhur pukul 12 30 WIB, warga Desa/Kecamatan Baureno, kabupaten Bojonegoro – Jatim, pada Rabu (01/7/2026) berbondong bondong menuju area makam Sentono.
Sementara memasuki area makam sudah berkumpul berderet para warga dengan duduk bersila di gelaran yang sudah disiapkan panitia.
Alunan nada sholawat turut mengiringi datangnya para warga memasuki area makam. Dan di dalam area makam Sentono itulah terdapat makam Mbah Syech Sukhi.
Menurut penuturan pengurus Cungkup, Sholikin, Mbah Syech Sukhi termasuk sahabat dari Syech Maulana Asmoro Qodhi, Tuban. Sekira tahun 1200 M, Syech Sukhi, ulama penyebar agama Islam atau yang babad alas di wilayah Kecamatan Baureno hingga Kecamatan Balen.
“Dulu tempat ini tidak terawat. Baru setelah adanya makam ditemukan 4 tahun lalu lokasi ini dibersihkan,” ungkap Sholikin.
Lanjutnya, asal Mbah Syech Sukhi yang menurut Mbah Nawawi, ulama Jenu – Tuban, berasal dari luar indonesia dan masih keturunan Nabi Muhammad ke 21. Dari Mbah Syech Sukhi ini tidak memiliki keturunan.
Menurut Sholikin kegiatan Haul dilaksankan setiap Rabu Wage di bulan Asyura atau Muharaam. “Dan Haul ini sudah ke 4 kali dan masyarakat juga sangat mendukung kegiatan haul ini. Bahkan setiap malam Rabu Wage diadakan ngaji dan istiqosah di araa makam Mbah Syech Sukhi,” jelasnya.
Sementara itu Kades Baureno, Joko Purwanto menyampaikan terimakasih kepada warga desa yang telah memberikan dukungan dan partisipasi dalam kegiatan Haul Mbah Syech Sukhi.
“Mewakili Pemeirntah Desa kami sangat berterima kasih atas segala dukungan dan bantuan partisipasi dari masyarakat Desa Baureno. Alkhamdulillah acara haul sudah berlangsung hingga 4 kali ini,” ungkap Kades.
Selain itu dalam acara Haul juga lakukan doa bersama dengan bacaan tahlil serta santunan kepada yatim sebanyak 22 anak.
Usai penyerahan santunan dilanjutkan dengan pengajian umum dengan pembicara KH. Abdul Hamid Syaifuddin Zuhri Al Musyafa’, pengasuh Ponpes Darul Istiqomah Bojonegoro.
Hadir dalam acara Haul segenap jajaran perangkat desa Baureno, tokoh agama dan masyarakat desa setempat.***(Nir/red).














