SURABAYA, Transbojonegoro.net – (17 Desember 2025) – Sebagai langkah strategis memastikan keandalan pasokan listrik dan kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN), jajaran pimpinan PLN Group Jawa Timur melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur pada hari ini.
Kunjungan silaturahmi ini dihadiri oleh General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, dan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat ST., M.H., didampingi oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Saiful Bahri Siregar S.H., M.H., serta Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Jatim, Dr. Martha Parulina Berliana, S.H., M.H.
Audiensi ini menjadi ajang momentum strategis untuk menjalin koordinasi lebih erat dalam upaya pengamanan aset negara dan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Jawa Timur dan Bali. Dalam pertemuan tersebut, PT PLN (Persero) UIP JBTB menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek-proyek strategis nasional, termasuk pengamanan aset tanah dan aset kelistrikan lainnya yang krusial dalam menjamin keberlangsungan pasokan listrik.
Audiensi ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Fokus utama pertemuan ini adalah memohon dukungan dan pendampingan hukum (legal assistance) dari Kejati Jatim terkait berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pemeliharaan aset transmisi, hingga pelayanan pelanggan di wilayah Jawa Timur.
General Manager PT PLN (Persero) UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin menyampaikan apresiasi atas dukungan tim dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur selama ini dalam percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan .
“Kami berharap kerja sama dan dukungan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dapat terus diperkuat, terutama dalam aspek legal dan pengamanan aset, agar proses pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar Moh. Fathol.
General Manager PLN UIP JBTB, Moh. Fathol Arifin, menjelaskan bahwa pendampingan hukum sangat krusial mengingat tantangan di lapangan, terutama terkait pengadaan tanah dan ruang bebas (ROW) untuk jalur transmisi.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Kejati Jatim selama ini. Dengan pendampingan dari Bapak Kajati dan jajaran, kami merasa lebih percaya diri dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang merupakan mandat negara demi menghadirkan listrik yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Moh. Fathol.
Kepala Kejati Jatim, Agus Sahat ST., M.H., menegaskan bahwa pihak Kejaksaan memiliki tanggung jawab untuk mengawal proyek-proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Listrik adalah penggerak utama ekonomi. Kami melalui fungsi Jamdatun siap memberikan pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya agar setiap kendala yang dihadapi PLN di lapangan dapat dicarikan solusi yang tepat secara regulasi, sehingga proyek pembangunan tidak terhambat,” tegas Agus Sahat.
Melalui sinergi antara PLN UIP JBTB, UIT JBM, dan UID Jatim bersama Kejati Jatim, diharapkan seluruh proses bisnis kelistrikan—mulai dari pembangunan (UIP), penyaluran/transmisi (UIT), hingga distribusi ke pelanggan (UID)—dapat berjalan lancar tanpa hambatan hukum yang berarti. (@dex)
Berita Terkait
Momentum Hari Lahir Pancasila, PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx guna Dukung Industri Data Center Jakarta, 2 Juni 2026 – PT PLN (Persero) menjalin kerja sama strategis dengan PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Data Centers) dalam pengembangan infrastruktur kelistrikan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW) untuk kawasan pusat data (data center) berbasis Artificial Intelligence (AI) dan layanan digital di Indonesia. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center nasional melalui penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan pasokan listrik sebesar 788 MVA untuk site CGK4 di Jatiluhur, Jawa Barat pada tahap awal, kemudian dilanjutkan dengan penguatan kapasitas kelistrikan sebesar 60 MVA untuk site CGK3A di Jakarta Selatan dan pengembangan jaringan tegangan tinggi sebesar 385 MVA untuk site CGK5 di Suryacipta, Jawa Barat. CEO BDx Indonesia, Agus Hartono Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelayanan yang optimal dalam mendukung operasional infrastruktur pusat data yang identik dengan komputasi berperforma tinggi. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung keandalan operasional fasilitas data center milik BDx Indonesia,” ujarnya saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) di Kantor PLN Pusat, Selasa (19/5). Menurutnya, keandalan sistem kelistrikan dan kesiapan infrastruktur PLN memberikan kepastian bagi BDx dalam menjalankan pengembangan kapasitas pusat data secara berkelanjutan di Indonesia. “Melalui kolaborasi ini, kami dapat membangun infrastruktur yang tangguh dan siap mendukung kebutuhan AI, sekaligus memenuhi permintaan jangka panjang dari perusahaan hyperscaler dan beban kerja digital yang berdaulat,” tambah Agus. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan industri data center di Indonesia melalui ketersediaan pasokan listrik yang andal. Menurutnya, kebutuhan energi sektor data center, khususnya yang berbasis AI, akan terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital nasional. “Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik yang tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi juga andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini. Karena itu, PLN siap memastikan BDx Indonesia dapat berekspansi secara optimal,” ujar Adi. Penyaluran daya untuk site CGK4 direncanakan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, yakni Tahap I sebesar 2 x 150 MVA, Tahap II meningkat menjadi 2 x 265 MVA, hingga mencapai kapasitas akhir Tahap III sebesar 2 x 380 MVA. Untuk mendukung keandalan pasokan, PLN juga membangun Gardu Induk (GI) 150 kilovolt (kV) Jatiluhur Baru. Yang akan memasok listrik ke kawasan data center BDx. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” tambah Adi. Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa sinergi antara PLN dan BDx Indonesia merupakan kemitraan jangka panjang yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak hanya Site CGK4, dalam kesepakatan ini PLN juga telah dipercaya mengamankan pasokan daya untuk fasilitas utama BDx Indonesia lainnya, yakni Site CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan, serta Site CGK5 di kawasan industri Suryacipta. “Sinergi ini bukan sekadar jual beli listrik, melainkan kolaborasi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui investasi di sektor teknologi tinggi. PLN terus bertransformasi menjadi mitra andal bagi seluruh investor digital di tanah air,” tandas Adi. (@DEX)
Post Views: 144